Cerita My Frieds Forever
Suatu hari di pagi hari. Sherin berangkat ke sekolah, sherin bertemu 3 sahabat yang bernama Nikita, Elisa, dan Lovita. Ketiganya sangat sejati termasuk Lovita. Dia cantik, dermawan, baik dan ramah.
"Oh iya besok kita akan pergi rekreasi. Kamu mau bawa apa besok?" tanya Elisa.
"Aku besok mau bawa kue yang enak", jawab Nikita.
"Ayo kita siapkan", kata Lovita.
"Ayo", jawab Nikita dan Elisa bersamaan.
...
Keesokan harinya.
"Halo teman-teman", sapa Sherin.
"Hai Sherin, kamu sudah siapin perlengkapannya?" tanya Lovita.
"Sudah", jawab Sherin.
"Bagaimana denganmu, Elisa?" tanya Lovita.
"Sudah, tetapi aku tidak membawa bekal", jawab Elisa dengan sedih.
"Loh, kenapa?" tanya Lovita dan Sherin.
"Karena ayah dan ibuku pergi ke Malang. Jadi aku tidak bisa siapin makanan", kata Elisa dengan sedih.
"Sabar, Elisa. Kami akan berbagi makanan denganmu", kata Sherin dengan tersenyum.
"Di mana Nikita?' tanya Lovita.
"Aku di sini", kata Nikita.
"Wow, kamu sangat cantik", kata Elisa.
"Mohon perhatiannya anak-anak. Silakan masuk ke bus", kata Bu Guru.
"Ayo kita naik ke bus"
...
Di dalam bus.
"Aku lapar. Aku cuma bawa nasi", kata Elisa dengan sedih.
"Sudah, tidak perlu sedih. Aku masih punya makanan. Aku akan memberimu lauk pauk", kata Sherin dengan tersenyum.
"Kau boleh ambil punya kami juga", kata Lovita dan Nikita.
"Terima kasih, teman-teman", kata Elisa.
"Tenang saja. Kita kan sahabat. Harus saling berbagi", kata Sherin.
Itulah indahnya persahabatan.
Suatu hari di pagi hari. Sherin berangkat ke sekolah, sherin bertemu 3 sahabat yang bernama Nikita, Elisa, dan Lovita. Ketiganya sangat sejati termasuk Lovita. Dia cantik, dermawan, baik dan ramah.
"Oh iya besok kita akan pergi rekreasi. Kamu mau bawa apa besok?" tanya Elisa.
"Aku besok mau bawa kue yang enak", jawab Nikita.
"Ayo kita siapkan", kata Lovita.
"Ayo", jawab Nikita dan Elisa bersamaan.
...
Keesokan harinya.
"Halo teman-teman", sapa Sherin.
"Hai Sherin, kamu sudah siapin perlengkapannya?" tanya Lovita.
"Sudah", jawab Sherin.
"Bagaimana denganmu, Elisa?" tanya Lovita.
"Sudah, tetapi aku tidak membawa bekal", jawab Elisa dengan sedih.
"Loh, kenapa?" tanya Lovita dan Sherin.
"Karena ayah dan ibuku pergi ke Malang. Jadi aku tidak bisa siapin makanan", kata Elisa dengan sedih.
"Sabar, Elisa. Kami akan berbagi makanan denganmu", kata Sherin dengan tersenyum.
"Di mana Nikita?' tanya Lovita.
"Aku di sini", kata Nikita.
"Wow, kamu sangat cantik", kata Elisa.
"Mohon perhatiannya anak-anak. Silakan masuk ke bus", kata Bu Guru.
"Ayo kita naik ke bus"
...
Di dalam bus.
"Aku lapar. Aku cuma bawa nasi", kata Elisa dengan sedih.
"Sudah, tidak perlu sedih. Aku masih punya makanan. Aku akan memberimu lauk pauk", kata Sherin dengan tersenyum.
"Kau boleh ambil punya kami juga", kata Lovita dan Nikita.
"Terima kasih, teman-teman", kata Elisa.
"Tenang saja. Kita kan sahabat. Harus saling berbagi", kata Sherin.
Itulah indahnya persahabatan.
BY: Zulfi Indah Andriani dan Ahmad Zaki

Comments
Post a Comment